Latar Belakang

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang menjadi tulang punggung peradaban digital, wajib dikuasi oleh bangsa Indonesia sebagai prasyarat interaksi sesama anggota masyarakat pada tataran lokal, regional maupun global di dalam hubungan yang bersifat personal-individual, dan kelembangaan baik bilateral, multilateral maupun internasional

Semesta maya (cyberspace) sebagai ruang peradaban digital telah menciptakan kemanfaatan sekaligus risiko dan konsekuensi bagi kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Pengelolaan kemanfaatan, risiko dan konsekuensi tersebut memerlukan ketersediaan sumberdaya manusia, khususnya di bidang keamanan siber, pada semua tingkat, mulai dari tenaga terampil dan ahli hingga eksekutif pucak yang memegang kendali manajemen.

Pada level tenaga terampil dan ahli perlu terus-menerus ditingkatkan keterampilam, kapabilitas dan kompetensi terhadap keamanan siber.

Para eksekutif Indonesia di bidang siber selama ini sudah terbukti dan teruji memiliki kemampuan dan kompetensi yang sangat diperlukan dalam mempercepat gerak laju pembangunan nasional. Motivasi, komitmen, kemampuan dan kompetensi eksekutif Indonesia tersebut tentunya akan mempunyai arti strategis apabila dihimpun dalam sebuah aktivitas yang dapat memfasilitas mereka memberikan pemikiran terbaiknya bagi kemajuan dunia siber.

Beranjak dari hal tersebut di atas, Pengelola Nama Domain Internet Indonesia bermaksud mendirikan Pandi Institute.